My Profile

Foto saya
Lamongan jawa timur, Indonesia
Jangan lihat aku dari luar..............!!!!!

Kamis, 22 September 2011

KEMULIAAN BERSUMBER DARI AKHLAK, DAN BUKAN DARI RAS ATAU KETURUNAN

Oleh : Khoirul hanafi
Darwin menggambarkan manusia sebagai spesies binatang yang berkembang. Ia juga mengemukakan bahwa sejumlah ras belum menyempurnakan perkembangan mereka, dan sebagai spesies yang lebih dekat kepada binatang. Dalam sejarah umat manusia, semua gagasan ini terbukti sangat berbahaya dan bersifat menghancurkan. Mereka yang telah menjadikan pernyataan Darwin sebagai pedoman hidup mereka telah menindas ras-ras lain tanpa belas kasih, memaksa mereka hidup dalam keadaan yang sangat sulit, dan bahkan memusnakan mereka.
Bryan Appleyard, penulis buku Brave New Worlds, menjelaskan sifat bengis yang mendasari rasisme, beserta akibatnya, sebagaimana berikut:
Intinya adalah bahwa sekali orang menganggap anda sebagai makhluk yang rendah dengan dalih apapun, entah takhayul atau ilmiah, tampaknya tidak ada batas sekejam apa tindakan yang mungkin mereka lakukan terhadap anda. Dan mereka sangat mungkin akan melakukan kekejaman tersebut setelah merasa mendapatkan pembenaran secara penuh, karena ini merupakan tahapan kecil dari meyakini manusia lain sebagai kelas rendah kepada meyakini bahwa ia buruk, berbahaya, atau merupakan ancaman terhadap manusia kelas ‘unggul’. Bahkan, sebagian orang mungkin memberlakukan hal ini secara lebih umum dan menegaskan bahwa semua yang tergolong ‘rendah’ adalah berbahaya karena mengancam kehidupan atau kesehatan seluruh ras manusia. Lalu mereka dapat menganjurkan sterilisasi, pembatasan perkawinan, atau bahkan pembunuhan demi mencegah ancaman dari orang-orang yang tersingkir ini terhadap keutuhan spesies tersebut. 42
Sesungguhnya, semua manusia diciptakan sama. Setiap orang diciptakan oleh Allah (Tuhan). Alquran menjelaskan penciptaan manusia sebagaimana berikut:

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur! (QS. As Sajdah, 32:7-9)

Sebagaimana diungkap dalam ayat di atas, manusia memiliki ruh yang Allah tiupkan ke dalam diri mereka. Setiap manusia dari ras manapun berpikir, merasakan, mencintai, menderita, merasakan kegembiraan, memahami perasaan cinta, kasih sayang, dan haru. Setiap orang juga mengetahui kekejaman, kehinaan, dan kesusahan. Dengan demikian, sepanjang sejarah, mereka yang memyakini manusia dari ras-ras lain sebagai binatang yang belum sepenuhnya berkembang dan menganiaya mereka; mereka yang menyakiti, menindas, memeras walau hanya satu orang; dan mereka yang mendukung segala tindakan ini dengan bukti dan teori palsu yang mereka buat telah melakukan dosa besar dikarenakan kebodohan mereka.
Di masa kini masih terdapat budaya dari masyarakat manusia yang relatif belum berkembang. Orang-orang ini memiliki seluruh sifat kemanusiaan, akan tetapi mereka tidak memiliki ciri-ciri yang, dipandang dari sisi teknik dan budaya, umumnya berlaku di seluruh dunia. Iklim dan kondisi alam di mana mereka tinggal telah menyebabkan banyak masyarakat hidup terisolasi dari masyarakat dunia pada umumnya, dan mereka telah membangun budaya yang sangat berbeda. Tetapi pada setiap masyarakat ini terdapat semua ciri, adat-istiadat, dan kebiasaan yang secara umum berlaku bagi seluruh umat manusia. Mereka yang memiliki rencana tersembunyi, dan yang diuntungkan dengan adanya rasisme, bersemangat dalam mengimani teori Darwin. Mereka menganggap orang-orang yang terisolasi tersebut, yang sebenarnya tidak berbeda dengan manusia-manusia lainnya, sebagai anggota ras rendah, bahkan sebagai binatang. Akibat berpandangan seperti ini, bahkan di masa kita, muncullah orang-orang yang menindas dan memandang hina manusia serta masyarakat terbelakang dengan berdalih bahwa mereka belum cukup berevolusi.
Akan tetapi Allah benar-benar mengharamkan rasisme. Allah menciptakan setiap manusia dengan warna kulit dan bahasanya yang berbeda-beda. Ini adalah tanda kesempurnaan dan keberagaman ciptaan Allah:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (QS. Ar Ruum, 30:22)

Dalam pandangan Allah, satu-satunya keunggulan dan kemuliaan manusia terletak pada sifat, kemampuannya menghindari segala bentuk perbuatan dosa, kedurhakaan, kebejatan dan perilaku menyimpang, dan akhlak mulia yang bersumber pada ketakwaannya. Selain ketakwaan, tak seorang manusiapun dapat memiliki.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar