My Profile

Foto saya
Lamongan jawa timur, Indonesia
Jangan lihat aku dari luar..............!!!!!

Kamis, 10 November 2011

Makalah Ahad 30 Okt 2011

KONSEP DASAR  PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pemakalah :
Munir asrori
A.Romadlon
A. Pengertian Inovasi Kurikulum dan Pengembangan Kurikulum
1. Pengertian Inovasi
Menurut Wina Sanjaya (2009:217), inovasi adalah sesuatu yang baru dalam situasi
tertentu yang digunakan untuk menjawab atau memecahkan suatu permasalahan.
Sesuatau yang baru itu bisa berupa ide, gagasan, benda, atau tindakan. Inovasi bisa
beratu dua makna, yaitu bermakna invantion dan discovery. Inovasi bermakna invantion,
apabila sesuatu yang baru itu benarbenar baru dan belum tercipta sebelumnya.
Misalnya, penerapan kurikulum yang belum pernah dilaksanakan di manapun untuk
meningkatkan kualitas pendidikan. Sedangkan inovasi dalam arti discovery adalah
sesuatu yang baru itu tidak benarbenar baru karena sebelumnya sudah ada dalam
konteks sosial yang lain. Misalnya, inovasi kurikulum di Indonesia pada tahun 2004
dengan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk meningkat kualitas
pendidikan di Indonesia. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan kurikulum yang
baru di Indonesia, tetapi bukan sesuatu yang benarbenar baru karena Kurikulum
Berbasis Kompetensi telah diterapkan di negara Amerika.
2. Pengertian Inovasi Kurikulum
Inovasi kurikulum berarti suatu ide, gagasan, atau tindakantindakan tertentu dalam
bidang kurikulum yang dianggap baru untuk memecahkan masalah pendidikan.
(Sanjaya, 2009:217).
Inovasi kurikulum dilakukan sebagai upaya mengatasi berbagai persoalan di bidang
pendidikan. Inovasi kurikulum pada 2004, misalnya, merupakan indikasi muaknya
dunia pendidikan di Indonesia dengan silih bergantinya kurikulum. Setiap terjadi
masalah pendidikan di Indonesia, sering kali yang disalahkan adalah kurikulum. Seakanakan
kurikulum adalah lampu Aladin untuk membenahi pendidikan nasional. (Tilaar,
2002:362)
Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan.
Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktifitas pendidikan demi tercapainya tujuantujuan
pendidikan. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan
pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup dan urutan isi, serta proses pendidikan
(Nana Saodih Sukmadinata, 1999: 4). Kurikulum dalam sistem persekolahan merupakan
suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar
mengajar. Kurikulum yang baik harus selalu berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan
perkembangan zaman, dan sejak tahun 2004 pemerintah telah menetapkan kurikulum
berbasis kompetensi (KBK) sebagai kurikulum yang berlaku di Indonesia sebagai
alternatif kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan, yang diberlakukan mulai
tahun ajaran 20042005 (E. Mulyasa, 2003: 57). KBK itu sendiri dikembangkan dengan
tujuan untuk membekali peserta didik (siswa dan mahasiswa) dalam menghadapi
tantangan hidupnya di masa depan yang cenderung semakin komplek secara lebih
mandiri, cerdas, rasional dan kritis.
Bila dilihat dari berbagai sisi, KBK menjadi kurikulum yang memenuhi
kesempurnaan secara konseptual. Namun berdasarkan penelitian di lapangan KBK
menemukan berbagai kendala, terkait dengan pelaksanaannya, dimana perangkat
tersebut disusun berdasarkan pada kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi
daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. KBK dianggap belum sesuai dengan sistem
desentralisasi pendidikan. Maka dibentuklah kurikulum tingkat satuan pendidikan
2
(KTSP) dalam rangka menjembatani hal itu. Akhirnya Melalui Undang Undang Republik
Indonesia, Nomor: 20 tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan
Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 (PP. 19/2005) tentang Standar Nasional
Pendidikan, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22, 23 dan
24 tahun 2006 mengamanatkan setiap satuan pendidikan untuk membuat KTSP sebagai
pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan
yang bersangkutan. (Tim MEDP, 2008: 2)
3. Pengertian Pengembangan
Pengembangan yang dalam bahasa Inggrisnya adalah development diambil dari kata
kerja develop artinya tumbuh, bertambah, menjadi lebih besar atau lebih lengkap. Develop
juga bisa berati mengkaji atau memikirkan sesuatu sepenuhnya. (Longman, 1980: 209)
Pengembangan, sebagaimana dijelaskan Wina Sanjaya (2009: 77) memiliki dua
makna. Pertama, pengembangan berati kegiatan yang menghasilkan atau menyusun
sesuatu sama sekali baru (construction). Kedua, pengembangan berarti menyempurnakan
sesuatu yang telah ada (improvement).
4. Pengertian Pengembangan Kurikulum
Menurut Arif Furchan (2005), pengembangan kurikulum adalah kegiatan
menghasilkan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan atau proses yang mengaitkan
satu komponen dengan yang lainnya untuk menghasilkan kurikulum. Pengembangan
kurikulum juga bisa diartikan sebagai kegiatan penyusunan, pelaksanaan, penilaian, dan
penyempurnaan kurikulum.
Pengertian pengembangan kurikulum yang terakhir ini senada dengan pendapat Zais
(1976) yang mengartikan pengembangan kurikulum sebagai “….the processes of
constructing and implementing curricula”. Mulyani Sumantri (1988) mengartikan
pengembangan kurikulum sebagai proses perencanaan menetapkan berbagai kebutuhan,
mengadakan identifikasi tujuantujuan dan sasaran, menyusun persiapan instruksional,
memenuhi segala persyaratan kebudayaan sosial dan pribadi yang dilayani kurikulum.
5. Hakekat Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum
Dari penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Mata Kuliah
Pengembangan Kurikulum adalah mata kuliah yang membahas berbagai kegiatan dan
proses dalam penyusunan, pelaksanaan, penilaian, atau penyempurnaan kurikulum.
B. Ruang Lingkup Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum
Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum merupakan mata kuliah yang memberi bekal
kepada calon guru untuk memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum.
Sebagai konsekuensi desentralisasi pendidikan di mana guru memiliki peran dan
tanggung jawab yang cukup besar dalam pengembangan kurikulum. Di era
desentralisasi, pemerintah hanya menetapkan standar isi yang dijadikan sebagai dasar
mengembangkan kurikulum satuan pendidikan (sekolah atau madrasah). Oleh karena
itu, posisi guru dalam pengembangan kurikulum cukup strategis. Guru adalah ujung
tombak dalam pendidikan. Guru yang paling tahu bagaimana kondisi dan potensi siswa.
Guru juga yang memahami tuntutan dan kebutuhan siswa. Dengan demikian, guru
harus mempu mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, kebutuhan, dan
keinginan siswa sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan. Agar guru mampu
melakukan pengembangan kurikulum, guru perlu memahami
1. Hakekat kurikulum
2. Pengembangan kurikulum
3. ModelModel Pengembangan Kurikulum
3
4. Prinsip dan Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum
5. Landasan Pengembangan Kurikulum
6. Proses dan kegiatan dalam pengembangan kurikulum
7. AspekAspek Pengembangan Kurikulum (Pengembangan tujuan kurikulum, isi
kurikulum, dan pengalaman belajar)
8. Pengembangan KTSP
9. Peran dan Tanggung Jawab Guru dalam Pengembangan Kurikulum
C. Manfaat Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum
Dalam Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik
dan Kompetensi Guru ditentukan bahwa setiap guru harus memiliki kemampuan
mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampuh. Oleh
karena itu, kemampuan pengembangan kurikulum oleh guru sangat penting dalam
aktivitas pendidikan. Dengan mempelajari Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum
diharapkan guru memiliki kemampuan:
1. Menyusun perencanaan kurikulum
2. Menyelaraskan kurikulum
3. Mengembangkan kurikulum
4. Meneliti kurikulum
Dalam pengembangan kurikulum, guru diharapkan memiliki kemampuan:
1. Memahami prinsipprinsip pengembangan kurikulum.
2. Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu.
3. Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang diampu.
4. Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar
dan tujuan pembelajaran.
5. Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih
dan karakteristik peserta didik.
6. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.
D. Rangkuman
Inovasi kurikulum berarti suatu ide, gagasan, atau tindakantindakan tertentu dalam
bidang kurikulum yang dianggap baru untuk memecahkan masalah pendidikan. Mata
Kuliah Pengembangan Kurikulum adalah mata kuliah yang membahas berbagai kegiatan
dan proses dalam penyusunan, pelaksanaan, penilaian, atau penyempurnaan kurikulum.
Adapun ruang lingkup Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum adalah:
1. Hakekat kurikulum
2. Pengembangan kurikulum
3. ModelModel Pengembangan Kurikulum
4. Prinsip dan Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum
5. Landasan Pengembangan Kurikulum
6. Proses dan kegiatan dalam pengembangan kurikulum
7. AspekAspek Pengembangan Kurikulum
8. Pengembangan KTSP
9. Peran dan Tanggung Jawab Guru dalam Pengembangan Kurikulum
Sedangkan manfaat mempelajari Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum adalah
diharapkan guru memiliki kemampuan:
4
1. Menyusun perencanaan kurikulum
2. Menyelaraskan kurikulum
3. Mengembangkan kurikulum
4. Meneliti kurikulum
Dalam pengembangan kurikulum, guru diharapkan memiliki kemampuan:
1. Memahami prinsipprinsip pengembangan kurikulum.
2. Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu.
3. Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang diampu.
4. Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar
dan tujuan pembelajaran.
5. Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih
dan karakteristik peserta didik.
6. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.
Daftar Pustaka
Nasution, S. (2008), AsasAsas Kurikulum, Jakarta: Bumi Aksara.
Sanjaya, Wina. (2009)., Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta: Kencana Prenada.
Sukmadinata, Nana Syaodih. (2001), Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik, Bandung:
Rosdakarya.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar